October 02, 2008

Gema Takbir 1 Syawal 1429 H

Maaf postingnya telat...

Assalamu'alaikum wr wb
Cerita saya berlanjut lagi, memang hobi adalah kesenangan maka sudah sepantasnya saya luapkan dalam tulisan dan berbagi dengan masyarakat internet (khusus Indonesia only)...
Pertama-pertama saya ucapkan

"MINAL AIDZIN WAL FA IDZIN, SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H"



Semoga amalan puasa kita diterima dan mendapat berkah dan ridho dari Allooh SWT...amiiiiiin, maaf boleh ambil milik orang gambarnya tapi bagus deh gambarnya he he he

Lalu mau cerita apa?

Ya takbiranlah seperti judul di atas...
Inilah rekamannya...

Sebelum sholat isya berjamaah, ada 3 kereta kelinci untuk takbiran datang berhenti di depan masjid. Anak-anak kecil pada tidak sabar untuk segera menaikinya...weleh weleh asik ya cah dadi cah cilik meneh...he he he

Ini foto-fotonya, silahkan menikmati...



Asyik dapet naik kereta gratis, walo cuma kereta kelinci...kayak pasar malem



Tidak hanya anak-anak, ibu, bapak, kakek, nenek dan orang dewasa juga ikut untuk sekalian jaga anak-anak mereka sendiri, saudara, cucu dll. Masa kecil kurang bahagia? Ya gak lah mumpung gratis gitu... he he he



Masih kenal dengan anak ini? Kalau baca-baca blog depan pasti kenal...dik Bowo juga tidak mau ketinggalan untuk takbiran. Semangat takbiran!!! (Jangan Lihat tangannya...gak sopan he he he)

Lain cerita, kenapa gitu?
Ya buat refreshlah masak takbiran terus yang disorot...

Panitia zakat masih memberikan zakat fitrah bagi mereka/yayasan yang meminta dan yang benar-benar kekurangan...



Satu orang sibuk yang satunya malah sante...capek deh!



Masih banyak juga zakat fitrahnya..padahal dah masuk 1 Syawal 1429 H nihh



Bapak ini mungkin dari yayasan mana gitu untuk meminta zakat fitrah, ya sepantasnyalah kita untuk saling tolong menolong tidak hanya di bulan Romadhon saja...


Kembali lagi...
Ya, sesudah lihat para pesertanya lihat para panitia dan kru-krunya



Para panitia bersemangatlah dalam bekerja...hore berhasil, soundnya bisa nyala...ayo berangkat!!!



Mobil sudah siap dan let's go show must go on!!

Greng...greng suara mobil berjalan dan suara takbir dikumandangkan...
Silahkan komentar sendiri deh soalnya aku jadi driver sepeda motor jadi gak tahu sikonnya...daripada nabrak? Itu aja aku dan Hariadi masih ditabrak bocah "bedhigalan" wah bikin "Tuuuuutttttt sensored" saja....tapi sabar...sabar ada hikmah dibalik ini!
Maaf kalau tidak jelas la moto nya dari sambil naik kendaraan... he he he



Klik kamera dari depan tapi kereta yang mana aku gak tahu niihh, sedih deh!



Dari samping pojok kanan kereta...hiks enaknya naik kereta kelinci sambil takbiran.



Dari samping pojok kiri kereta tapi gak tahu kereta no brapa...hua hua hua

Maju jalan ke depan moto yang mandu kereta sama personilnya...



Kayaknya gak semangat ya? Silahkan tebak! Ya atau tidak?




Masih semangat nuuhhh lihat aja tapi maaf banget dua foto gak jelas semua...! he he he

Perjalanan sangat lama kira-kira 2 jam dari jam 19.30 sampai 21.30 soalnya jalan juga ramai oleh peserta takbiran dari masjid lain, sayang gak ke foto kalau ke foto kan asik juga...sedih deh!

Ya sudah aku simpulkan sekalian sambil menutup cerita ini...
kesimpulannya...banyak anak, remaja, dewasa, orang tua yang belum menyuarakan takbir seperti peserta takbiran masjid lain. Saking keasyikan naik kereta di kira pasar malem padahal kan itu transportasi buat syiar islam. Saya kira lebih baik jalan kaki pake obor sama kenthongan (yang pegang obor orang dewasa) keliling kota atau deket-deket aja sambil takbiran. Malah terkesan alami dan semangat syiar tetap ada...Itu saja saran dan kritik saya...

Selamat Lebaran dan Mudik (bagi yang mudik..)

Wassalamu'alaikum wr wb

September 30, 2008

Team 7 untuk TA...

Akhirnya gema semster dimulai layaknya mau dimulainya perang bintang, ya itulah yang akan kami hadapi...team kami antara lain (insya Allooh tidak terjadi perubahan)

1. Danar Nurrahman



Walaupun orang nya kecil tapi gak pa-pa kalau aku kasih gambarnya chouji...

2. Triwidiastuti



Gak sama juga sih tapi coz namanya aja team nya shikamaru ya itu deh...satu perempuan dua laki-laki

3. Rendra Yanuar D



Kenapa Shikamaru? Ya suka-sukalah coz aku juga penggemarnya shikamaru lihat aja tuh intermezzo saya he he he

Ups, ya tema yang kami ambil tentang "Pembuatan Website (insya Allooh)" pake joomla download aja di sini kalau males googling!
Okey my friends D3 TKJ angkatan 2006, siap-siap kita untuk naju perang coz ini terakhir bagi kita untuk dapet gelar AMd (insya Allooh), saling bantu itu perlu tapi untuk lainnya janganlah ya...he he he!

The wars are begin...

Intermezzo 2 : Tips menimba

Saya bingung lama gak update blog sama libur romadhon makanya mumpung ada waktu, iseng-iseng kasih intermezzo 2...baca ya!!!

Ini adalah cara menimba yang baik dan benar...
1. Masukkan ember timba ke dalam sumur jangan sampai menyentuh air dasar sumur



sumur yang akan ditimba...



Inilah ember-ember yang akan diisi



Lakukan seperti gambar di atas...jangan sampai jatuh lohh he he he

2. Putar/ayunkan ember sebelum sampai ke dasar air sumur



Kira-kira begitu sampai ember terpenuhi air... he he he



Kalau berat ya ditaruh dulu ke bibir sumur jangan ngoyo malah tumpah semua hi hi hi

3. Baru masukkan ke ember

Itulah kira-kira tipsnya, tapi kalau gak mau susah-susah ya lebih baik kasih aja pemberat di embernya biar lebih cepat waktu nimbanya dan kelemahannya ya tambah beratlah dari semula he he he...

Itu semua buat apa sih? Mau tahu? Lihat foto di bawah...



Buat pencuci baju... ha ha ha ha

Dan ada tips buat nyuci baju yang baik...lihat foto dan videonya...



Lakukan seperti foto ya...



Nih silahkan menikmati videonya...gratis dan ikuti privatnya he he he he

Intermezzo adalah sesuatu yang tidak buruk juga karena kadang-kadang intermezzo muncul karena ide gila seseorang serta tidak buruk untuk didengarkan...

September 25, 2008

The Best Kitab, Al Qur'an



Assalamu'alaikum wr wb

Salah satu kehebatan dari banyaknya sebuah Kalam Allooh SWT yaitu Al Qur'an adalah dapat menjawab semua pertanyaan manusia...

Manusia Bertanya : Kenapa aku diuji ?
Qur'an Menjawab : Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:"Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (Al-Ankabuut : 2). Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (Al-Ankabuut : 3)

Manusia Bertanya : Kenapa aku tidak diuji saja dengan hal-hal yang baik ?
Qur'an Menjawab : ………. boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al-Baqarah : 216)

Manusia Bertanya : Kenapa aku diberi ujian seberat ini?
Qur'an Menjawab : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya………. (Al-Baqarah : 286)

Manusia Bertanya : Bolehkah aku frustrasi ?
Qur'an Menjawab : Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (Ali Imraan : 139)

Manusia Bertanya : Bolehkah aku berputus asa ?
Qur'an Menjawab : ………..dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. (Yusuf : 87)

Manusia Bertanya : Bagaimana cara menghadapi ujian hidup ini?
Qur'an Menjawab : Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (Ali Imraan : 200) Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'. (Al-Baqarah : 45)

Manusia Bertanya : Bagaimana menguatkan hatiku?
Qur'an Menjawab : ….Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal……. (At-Taubah : 129)

Manusia Bertanya : Apa yang kudapat dari semua ujian ini?
Qur'an Menjawab : Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka………. (At-Taubah : 111)


(Sumber Tulisan oleh : Hakeem bin Zain)

Diambil dari My favorit site

Dan seorang perempuan yang menggunakan Al Qur'an sebagai jawaban atas pertanyaan yang diajukan padanya...Subhanallooh

Berkata Abdullah bin Mubarak Rahimahullahu Ta'ala :
Saya berangkat menunaikan Haji ke Baitullah Al-Haram, lalu berziarah ke makam Rasulullah sallalloohu 'alaihi wasallam. Ketika saya berada disuatu sudut jalan, tiba-tiba saya melihat sesosok tubuh berpakaian yang dibuat dari bulu. Ia adalah seorang ibu yang sudah tua. Saya berhenti sejenak seraya mengucapkan salam untuknya. Terjadilah dialog dengannya beberapa saat.

Dalam dialog tersebut wanita tua itu , setiap kali menjawab pertanyaan Abdulah bin Mubarak, dijawab dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur'an. Walaupun jawabannya tidak tepat sekali, akan tetapi cukup memuaskan, karena tidak terlepas dari konteks pertanyaan yang diajukan kepadanya.

Abdullah : "Assalamu'alaikum warahma wabarakaatuh."
Wanita tua : "Salaamun qoulan min robbi rohiim." (QS. Yaasin : 58) (artinya : "Salam sebagai ucapan dari Tuhan Maha Kasih")

Abdullah : "Semoga Allah merahmati anda, mengapa anda berada di tempat ini?"
Wanita tua : "Wa man yudhlilillahu fa la hadiyalahu." (QS : Al-A'raf : 186 ) ("Barang siapa disesatkan Allah, maka tiada petunjuk baginya")


Dengan jawaban ini, maka tahulah saya, bahwa ia tersesat jalan.

Abdullah : "Kemana anda hendak pergi?"
Wanita tua : "Subhanalladzi asra bi 'abdihi lailan minal masjidil haraami ilal masjidil aqsa." (QS. Al-Isra' : 1) ("Maha suci Allah yang telah menjalankan hambanya di waktu malam dari masjid haram ke masjid aqsa")


Dengan jawaban ini saya jadi mengerti bahwa ia sedang mengerjakan haji dan hendak menuju ke masjidil Aqsa.

Abdullah : "Sudah berapa lama anda berada di sini?"
Wanita tua : "Tsalatsa layaalin sawiyya" (QS. Maryam : 10) ("Selama tiga malam dalam keadaan sehat")

Abdullah : "Apa yang anda makan selama dalam perjalanan?"
Wanita tua : "Huwa yut'imuni wa yasqiin." (QS. As-syu'ara' : 79) ("Dialah pemberi aku makan dan minum")

Abdullah : "Dengan apa anda melakukan wudhu?"
Wanita tua : "Fa in lam tajidu maa-an fatayammamu sha'idan thoyyiban" (QS. Al-Maidah : 6) ("Bila tidak ada air bertayamum dengan tanah yang bersih")

Abdulah : "Saya mempunyai sedikit makanan, apakah anda mau menikmatinya?"
Wanita tua : "Tsumma atimmus shiyaama ilallaiil." (QS. Al-Baqarah : 187) ("Kemudian sempurnakanlah puasamu sampai malam")
Abdullah : "Sekarang bukan bulan Ramadhan, mengapa anda berpuasa?"
Wanita tua : "Wa man tathawwa'a khairon fa innallaaha syaakirun 'aliim." (QS. Al-Baqarah : 158) ("Barang siapa melakukan sunnah lebih baik")

Abdullah : "Bukankah diperbolehkan berbuka ketika musafir?"
Wanita tua : "Wa an tashuumuu khoirun lakum in kuntum ta'lamuun." (QS. Al-Baqarah : 184) ("Dan jika kamu puasa itu lebih utama, jika kamu mengetahui")

Abdullah : "Mengapa anda tidak menjawab sesuai dengan pertanyaan saya?"
Wanita tua : "Maa yalfidhu min qoulin illa ladaihi roqiibun 'atiid." (QS. Qaf : 18) ("Tiada satu ucapan yang diucapkan, kecuali padanya ada Raqib Atid")

Abdullah : "Anda termasuk jenis manusia yang manakah, hingga bersikap seperti itu?"
Wanita tua : "Wa la taqfu ma laisa bihi ilmun. Inna sam'a wal bashoro wal fuaada, kullu ulaaika kaana 'anhu mas'ula." (QS. Al-Isra' : 36) ("Jangan kamu ikuti apa yang tidak kamu ketahui, karena pendengaran, penglihatan dan hati, semua akan dipertanggung jawabkan")

Abdullah : "Saya telah berbuat salah, maafkan saya."
Wanita tua : "Laa tastriiba 'alaikumul yauum, yaghfirullahu lakum." (QS.Yusuf : 92) ("Pada hari ini tidak ada cercaan untuk kamu, Allah telah mengampuni kamu")

Abdullah : "Bolehkah saya mengangkatmu untuk naik ke atas untaku ini untuk melanjutkan perjalanan, karena anda akan menjumpai kafilah yang di depan."
Wanita tua : "Wa maa taf'alu min khoirin ya'lamhullah." (QS Al-Baqoroh : 197) ("Barang siapa mengerjakan suatu kebaikan, Allah mengetahuinya")


Lalu wanita tua ini berpaling dari untaku, sambil berkata :

Wanita tua : "Qul lil mu'miniina yaghdudhu min abshoorihim." (QS. An-Nur : 30) ("Katakanlah pada orang-orang mukminin tundukkan pandangan mereka")

Maka saya pun memejamkan pandangan saya, sambil mempersilahkan ia mengendarai untaku. Tetapi tiba-tiba terdengar sobekan pakaiannya, karena unta itu terlalu tinggi baginya. Wanita itu berucap lagi.

Wanita tua : "Wa maa ashobakum min mushibatin fa bimaa kasabat aidiikum." (QS. Asy-Syura' 30) ("Apa saja yang menimpa kamu disebabkan perbuatanmu sendiri")

Abdullah : "Sabarlah sebentar, saya akan mengikatnya terlebih dahulu."
Wanita tua : "Fa fahhamnaaha sulaiman." (QS. Anbiya' 79) ("Maka kami telah memberi pemahaman pada nabi Sulaiman")

Selesai mengikat unta itu sayapun mempersilahkan wanita tua itu naik.

Abdullah : "Silahkan naik sekarang."
Wanita tua : "Subhaanalladzi sakhkhoro lana hadza wa ma kunna lahu muqriniin, wa inna ila robbinaa munqolibuun." (QS. Az-Zukhruf : 13-14) ("Maha suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini pada kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Sesungguhnya kami akan kembali pada tuhan kami")

Sayapun segera memegang tali unta itu dan melarikannya dengan sangat kencang. Wanita tua itu berkata lagi.

Wanita tua : "Waqshid fi masyika waghdud min shoutik" (QS. Lukman : 19) ("Sederhanakan jalanmu dan lunakkanlah suaramu")

Lalu jalannya unta itu saya perlambat, sambil mendendangkan beberapa syair, Wanita tua itu berucap.

Wanita tua : "Faqraa-u maa tayassara minal qur'aan" (QS. Al- Muzammil : 20) ("Bacalah apa-apa yang mudah dari Al-Qur'an")

Abdullah : "Sungguh anda telah diberi kebaikan yang banyak."
Wanita tua : "Wa maa yadzdzakkaru illa uulul albaab." (QS Al-Baqoroh : 269) ("Dan tidaklah mengingat Allah itu kecuali orang yang berilmu")

Dalam perjalanan itu saya bertanya kepadanya.

Abdullah : "Apakah anda mempunyai suami?"
Wanita tua : "Laa tas-alu 'an asy ya-a in tubda lakum tasu'kum" (QS. Al-Maidah : 101) ("Jangan kamu menanyakan sesuatu, jika itu akan menyusahkanmu")

Ketika berjumpa dengan kafilah di depan kami, saya bertanya kepadanya.

Abdullah : "Adakah orang anda berada dalam kafilah itu?"
Wanita tua : "Al-maalu wal banuuna zinatul hayatid dunya." (QS. Al-Kahfi : 46) ("Adapun harta dan anak-anak adalah perhiasan hidup di dunia")

Baru saya mengerti bahwa ia juga mempunyai anak.

Abdullah : "Bagaimana keadaan mereka dalam perjalanan ini?"
Wanita tua : "Wa alaamatin wabin najmi hum yahtaduun" (QS. An-Nahl : 16) ("Dengan tanda bintang-bintang mereka mengetahui petunjuk")

Dari jawaban ini dapat saya fahami bahwa mereka datang mengerjakan ibadah haji mengikuti beberapa petunjuk. Kemudian bersama wanita tua ini saya menuju perkemahan.

Abdullah : "Adakah orang yang akan kenal atau keluarga dalam kemah ini?"
Wanita tua : "Wattakhodzallahu ibrohima khalilan" (QS. An-Nisa' : 125) ("Kami jadikan ibrahim itu sebagai yang dikasihi") "Wakallamahu musa takliima" (QS. An-Nisa' : 146) ("Dan Allah berkata-kata kepada Musa") "Ya yahya khudil kitaaba biquwwah" (QS. Maryam : 12) ("Wahai Yahya pelajarilah alkitab itu sungguh-sungguh")

Lalu saya memanggil nama-nama, ya Ibrahim, ya Musa, ya Yahya, maka keluarlah anak-anak muda yang bernama tersebut. Wajah mereka tampan dan ceria, seperti bulan yang baru muncul. Setelah tiga anak ini datang dan duduk dengan tenang maka berkatalah wanita itu.

Wanita tua : "Fab'atsu ahadaku bi warikikum hadzihi ilal madiinati falyandzur ayyuha azkaa tho'aaman fal ya'tikum bi rizkin minhu." (QS. Al-Kahfi : 19) ("Maka suruhlah salah seorang dari kamu pergi ke kota dengan membawa uang perak ini, dan carilah makanan yang lebih baik agar ia membawa makanan itu untukmu")

Maka salah seorang dari tiga anak ini pergi untuk membeli makanan, lalu menghidangkan di hadapanku, lalu perempuan tua itu berkata :

Wanita tua : "Kuluu wasyrobuu hanii'an bima aslaftum fil ayyamil kholiyah" (QS. Al-Haqqah : 24) ("Makan dan minumlah kamu dengan sedap, sebab amal-amal yang telah kamu kerjakan di hari-hari yang telah lalu")

Abdullah : "Makanlah kalian semuanya makanan ini. Aku belum akan memakannya sebelum kalian mengatakan padaku siapakah perempuan ini sebenarnya."

Ketiga anak muda ini secara serempak berkata :

"Beliau adalah orang tua kami. Selama empat puluh tahun beliau hanya berbicara mempergunakan ayat-ayat Al-Qur'an, hanya karena khawatir salah bicara."


Maha suci zat yang maha kuasa terhadap sesuatu yang dikehendakinya. Akhirnya saya pun berucap :

"Fadhluhu yu'tihi man yasyaa' Wallaahu dzul fadhlil adhiim." (QS. Al-Hadid : 21) ("Karunia Allah yang diberikan kepada orang yang dikehendakinya, Allah adalah pemberi karunia yang besar")

[Disarikan oleh: DHB Wicaksono, dari kitab Misi Suci Para Sufi, Sayyid Abubakar bin Muhammad Syatha, hal. 161-168] dari Situs Al-Muhajir

Diambil dari site ini juga


Wassalamu'alaikum wr wb

September 22, 2008

When

Assalamu'alaikum wr wb

Kapan...when?

Adalah sebuah kata tanya yang mempunyai maksud meminta "dengan memaksa" kejelasan dari seseorang yang dia tanyai. Apakah itu akan dijawab oleh orang yang ditanyai apa tidak...

Kapan aku akan mati?
Andaikan ini aku tahu pasti aku akan mempersiapkan segala amal dan menjauhi segala maksiat mencintai Allooh SWT dan RosulNya melebihi cintaku kepada Dunia dan seisinya...

Kapan aku taubat?
Aku tidak dapat menjawab ini, "Astaghfirullooh" sesungguhnya inilah yang harusnya tiap hari aku ucapkan sebelum nafasku terhenti dan nyawaku naik menuju kerongkongan...

Kapan aku menikah?

Ini adalah hal yang tidak aku ketahui lagi, selama mataku tidak dapat menjaga pandangan niscaya pertanyaan ini harus aku jawab secepatnya...

Kapan aku puasa sunnah?
Harus ku jawab secepatnya karena ini adalah salah satu amalanku untuk dunia dan akhiratku...mata, tangan, hati, jiwa, dan tubuh terkunci serta tertahan agar tidak bisa aku berbuat semena-mena...

Kapan aku tadarus?
Ya harus juga aku jawab secepatnya, adalah penolongku saat aku masuk liang lahat...

Kapan aku sadar?
Jawaban yang sudah sangat aku sadar karenanya, tapi ini aku selalu menghindarinya...Ya Robbana ampunilah hambaMu ini.

Kapan aku mengingat Allooh?
Tiap kali aku sholat selalu mengingat kepadaNya tapi aku hanya waktu sholat saja lain itu aku telah lupa...

Kapan aku bersyukur?
...aku bingung dan harus ini dilakukan oleh semua umat Muslim...

Sudah benarkah ini?

Mungkin ini adalah salah satu jawaban atas diriku sendiri

Wassalamu'alaikum wr wb

September 16, 2008

Little Action in TPA (3)!

Assalamu'alaikum wr wb

Ini adalah kelanjutan dari cerita Little Action ke - 2,kisah anak-anak kecil yang belajar Al Qur'an demi masa depan dan tabungan akhirat mereka...insya Allooh, wallohu 'alam.
Kisah yang dapat saya coretkan lewat foto dan tingkah laku mereka yang masih anak-anak dan cara pemahaman dari ustadzah yang akan membimbing mereka dalam belajar Al Qur'an.



Bagaimana seorang ustadzah membimbing dan mengarahkan mereka dalam belajar Al Qur'an



Picture 1



Picture 2

Mereka belajar iqro' dengan rajin...he he he



Bagi mereka yang sudah al Qur'an ya mereka tadarus sendiri...



Picture 1



Picture 2



Picture 3 : Inilah Bowo, anak TPA yang sudah al Qur'an

Inilah para "jagoan-jagoan TPA" nakal tapi ya lucu juga mereka...

Di bawah ada seorang ustad juga nih yang mau nampang...he he he



Namanya Ustad Hariadi...ha ha ha



Kalau capek ya tidur-tiduran aja sambil kongkow-kongkow nunggu buka bersama...

Ya itulah yang dapat saya berikan kepada anda masyarakat "internet" yang suka dengan anak-anak TPA (lucu g sihh?? ) Insya Allooh ini memberikan pelajaran berharga bagi para anak-anak yang sudah bisa internetan. Wallohu'alam

Wassalamu'alaikum wr wb

Muslim Edition : What's Pray?

Assalamu'alaikum wr wb

Kita sebagai umat Muslim harus selalu mengandalkan doa (disamping sholat wajib, sunna) sebagai senjata dari segala macam bahaya dan bala yang kita tidak tahu keberadaannya. Maka insya Allooh, saya mendapatkan artikel dari website yang dapat anda link. Silahkan membaca dari artikel ini atau langsung dari websitenya...monggo silahkan...

Dalam Al-Quran banyak sekali kata-kata do'a dalam pengertian yang bebeda. Abû Al-Qasim Al-Naqsabandî dalam kitab syarah Al-Asmâ'u al-Husnâ menjelaskan beberapa pengertian dari kata doa.

Pertama, do'a dalam pengertian "Ibadah." Seperti dalam Al-Quran surah Yûnûs ayat 106.

Artinya: "Dan janganlah kamu beribadah, kepada selain Allah, yaitu kepada sesuatu yang tidak dapat mendatangkan manfaat kepada engkau dan tidak pula mendatangkan madarat kepada engkau."

Maksud kata berdo'a di atas adalah ber-"ibadah" (menyembah). Yaitu jangan menyembah selain daripada Allah, yakni sesuatu yang tidak memberikan manfaat dan tidak pula mendatangkan madarat kepadamu.

Kedua, doa dalam pengertian "Istighatsah" (memohon bantuan dan pertolongan). Seperti dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 23 dibawah ini.

"Dan berdo'alah kamu (mintalah bantuan) kepada orang-orang yang dapat membantumu."

Maksud kata ber-"doa" (wad'u) dalam ayat ini, adalah "Istighatsah" (meminta bantuan, atau pertolongan). Yaitu mintalah bantuan atau pertolongan dari orang-orang yang mungkin dapat membantu dan memberikan pertolongan kepada kamu.

Ketiga, Doa dalam pengertian "permintaan" atau "permohonan." Seperti dalam Al-Quran surah Al-Mu'minûn ayat 60 dibawah ini.

"Mohonlah (mintalah) kamu kepada-Ku, pasti Aku perkenankan (permintaan) kamu itu."

Maksud kata "Doa" (ud'ûnî) dalam ayat ini adalah, "memohon" atau "meminta." Yaitu, mohonlah (mintalah) kepada Aku (Allah) nisscaya Aku (Allah) akan perkenankan permohonan (permintaan) kamu itu.

Keempat, Doa dalam pengertian "percakapan". Seperti dalam Al-Quran surah Yûnûs ayat 10 dibawah ini.

"Doa (percakapan) mereka di dalamnya (surga), adalah Subhânakallâhumma (Mahasuci Engkau wahai Tuhan)."


Kelima, Doa dalam pengertian "memanggil." Seperti firman Allah dalam Al-Quran dibawah ini.

"Pada hari, dimana la mendoa (memanggil) kamu."

Maksud kata "doa" (yad'û) dalam ayat ini adalah "memanggil." Yaitu, pada suatu hari, dimana la (Tuhan) menyeru (memanggil) kamu.

Keenam, Doa dalam pengertian "memuji." Seperti dalam Al-Quran surah Al-Isrâ' ayat 110 dibawah ini.

"Katakanlah olehmu hai Muhammad: berdoalah (pujilah) akan Allah atau berdoalah (pujilah), akan Ar-Rahmân (Maha penyayang)."

Maksud kata "doa " (qulid'û) dalam ayat ini adalah "memuji". Yaitu, pujilah olehmu Muhammad akan Allah atau pujilah olehmu Muhammad akan Al-Rahmân.

Maka atas dasar uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa "doa" adalah ucapan permohonan dan pujian kepada Allah SWT. dengan cara-cara tertentu disertai kerendahan hati untuk mendapatkan kemaslahatan dan kebaikan yang ada disisi-Nya. Atau dengan istilah Al-Tîbî seperti dikutip Hasbi Al-Shidiq "do'a" adalah "Melahirkan kehinaan dan kerendahan diri serta menyatakan kehajatan (kebutuhan) dan ketundukan kepada Allah Swt."

NB : saya tidak dapat menuliskan apa-apa kecuali hanya mencontoh dari website ini

Hukum dan Dalil-dalil Berdoa

Berdoa merupakan suatu ibadah, bahkan menjadi otaknya ibadah. Kenapa doa menjadi otaknya ibadah? Karena, dengan berdoa jelas sekali memperlihatkan penghambaan manusia kepada Allah. Dengan berdoa kepada Allah, maka terwujudlah: Allah, tempat meminta, tempat memohon, sedang si hamba adalah makhluk yang hina dan selalu dalam kekurangan.

Karena suatu ibadah, maka berdoa sangatlah dianjurkan (diperintahkan) oleh agama, walaupun doa tidak memerlukan suatu syarat dan rukun yang ketat, seperti halnya ibadah shalat, zakat, dan puasa.

Banyak firman Allah SWT. dan hadits Rasulullah SAW. yang menerengkan tentang doa dan merintahkan orang-orang beriman agar berdoa diantaranya adalah sebagai berikut:

Al-Quran

Surat Al-A'râf ayat 55-56

"Mohonlah (berdoalah) kamu kepada Tuhanmu dengan cara merendahkan diri dan cara halus, bahwasannya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas; dan janganlah kamu berbuat kebinasaan di bumi (masyarakat) setelah la baik; dan mohonlah (berdoalah) kamu kepada Allah dengan rasa takut dan loba (sangat mengharap); bahwasannya rahmat Allah itu sangat dekat kepada orang-orang, yang ihsan (Iman kepada Allah dan berbuat kebajikan)."

Surah Al-Baqarah ayat 186

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepada engkau tentang Aku, maka sesungguhnya Aku sangat dekat (kepada mereka). Aku perkenankan doa orang-orang yang mendoa apabila ia memohon (mendoa) kepada-Ku. Sebab itu, hendaklah mereka memenuhi (seruan)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk."

Surah Al-Mu'min, ayat 60

"Dan berfirman Tuhanmu "Memohonlah (mendoalah) kepada-Ku, Aku pasti perkenankan permohonan (doa) mu itu."

Surah Al-A'râf, ayat 180:

"Dan Allah mempunyai nama-nama yang sangat indah (Al-Asmâ'u al-Husnâ), maka memohonlah kamu kepada-Nya dengan (menyebut) nama-nama itu."


Surah Al-Isrâ', ayat 110

"Katakanlah olehmu hai Muhammad: berdoalah (pujilah) akan Allah atau berdoalah (pujilah), akan Ar-Rahmân (Maha penyayang)."

Surah Yûnûs, ayat 10

"Doa (percakapan) mereka di dalamnya (surga), adalah Allâhumma (Mahasuci Engkau wahai Tuhan)."

Al-Hadits

Diriwayatkan dari Abû Dâud dan Al-Turmudzî

"Doa itu adalah lbadah."


Diriwayatkan dari Al-Turmudzî yang artinya sebagai berikut:
"Barangsiapa dibukakan pintu doa untuknya, berarti telah dibukakan pula untuknya segala pintu rahmat. Dan tidak dimohonkan kepaia Allah, yang lebih disukai-Nya selain daripada dimohonkan 'afiyah. Doa itu memberi manfaat terhadap yang telah diturunkan dan yang belum diturunkan. Dan tak ada yang dapat menangkis ketetapan Tuhan, kecuali Doa. Sebab itu berdoa kamu sekalian." (HR. Al-Turmudzî).

Diriwayatkan dari Al-Turmudzî

"Tiap Muslim di muka bumi yang memohonkan suatu permohonan kepada Allah, pastilah permohonannya itu dikabulkan Allah, atau dijauhkan Allah daripadanya sesuatu kejahatan, selama ia mendoakan sesuatu yang tidak membawa kepada dosa atau memutuskan kasih sayang." (HR Al-Thurmudzî).

NB : saya tidak dapat menuliskan apa-apa kecuali hanya mencontoh dari website ini

Fadhilah dan Faedah Berdoa


"Tidak ada sesuatu yang paling mulia dalam pandangan Allah, selain daripada "berdoa" kepada-Nya, sedangkan kita dalam keadaan lapang." (HR. Al-Hâkim),

"Doa itu senjata orang yang beriman, tiang tonggak agama, sinar cahaya langit dan bumi."

Al-Ghazali berkata bahwa faedah doa itu walaupun tidak dapat menolak qadha Tuhan, adalah melahirkan khudhû' dan hajat kepada Allah. Selain itu berdoa juga dapat menjadi sebab tertolaknya bencana, sebagai perisai, menjadi sebab untuk menangkis senjata dan sebagai air menjadi sebab keluarnya tumbuh-tumbuhan dari bumi.

Adapun faedah (manfaat) bagi orang-orang yang berdoa adalah sebagai berikut

1. Menghadapkan muka kepada Allah dengan tadlarru'.
2. Mengajukan permohonan kepada Allah yang memiliki perbendaharaan yang tidak akan habis-habisnya
3. Memperoleh naungan rahmat Allah.
4. Menunaikan kewajiban ta'at dan menjauhkan maksiat.
5. Membendaharakan sesuatu yang diperlukan untuk masa susah dan sempit.
6. Memperoleh kesukaan Allah.
7. Memperoleh hasil yang pasti. Karena tiap-tiap doa itu dipelihara dengan baik di sisi Allah. Maka adakalanya permohonan itu dipenuhi dengan cepat dan adakalanya dibendaharakan untuk hari akhir.
8. Melindungi diri dari bala bencana.
9. Menolak bencana atau meringankan tekanannya.
10. Menjadi perisai guna menolak bala.
11. Menolak tipu daya musuh, menghilangkan kegundahan dan
12. Menghasilkan hajat serta memudahkan kesukaran.

Nabi Saw. bersabda:

"Tuhanlah yang melepaskan kamu dari bencana-bencana yang disebabkan oleh musuh-musuhmu dan Dia pulalah yang mencurahkan rezeki kepada kamu sekalian." (HR. Abû Ya'lâ).

NB : saya tidak dapat menuliskan apa-apa kecuali hanya mencontoh dari website ini


Waktu-waktu dan Tempat-tempat Berdoa


Ibnu 'Atha' menjelaskan doa itu mempunyai beberapa rukun (sendi) yang menyebabkan teguh dan kuat berdirinya, mempunyai beberapa sayap yang menyebabkan ia naik ke langit tinggi, mempunyai beberapa sebab yang menyebabkan diterimanya. Maka apabila doa-doa itu dilekatkan di atas rukun-rukun (sendi-sendinya), maka kokoh dan tegaklah berdirinya doa itu. Jika ia mempunyai sayap, maka terbanglah ia ke langit menuju tujuannya dan jika ada sebabnya, maka diterimalah doa itu."

Menurut Ibnu 'Atha', rukun-rukun doa itu, ialah: kehadiran hati bila berdoa, serta tunduk menghinakan diri kepada Allah.

Sayap-sayapnya, ialah: berdoa dengan sepenuh kemauan dan keikhlasan yang timbul dan lubuk jiwa dan bertepatan dengan waktunya. Sebab utama doa diterima ialah bershalawat kepada Nabi sebelum berdoa.

Waktu-waktu untuk berdoa, ialah:

1. Pada bulan Ramadhan, terutama pada malam Lailatul Qadar.
2. Pada waktu wukuf di 'Arafah, ketika menunaikan ibadah haji.
3. Ketika turun hujan.
4. Ketika akan memulai shalat dan sesudahnya.
5. Ketika menghadapi barisan musuh dalam medan peperangan.
6. Di tengah malam.
7. Di antara adzan dan iqamat.
8. Ketika I'tidal yang akhir dalam shalat.
9. Ketika sujud dalam shalat.
10. Ketika khatam (tamat) membaca Al-Quran 30 Juz.
11. Sepanjang malam, utama sekali sepertiga yang akhir dan waktu sahur.
12. Sepanjang hari Jumat, karena mengharap berjumpa dengan saat ijabah (saat diperkenankan doa) yang terletak antara terbit fajar hingga terbenam matahari pada hari Jumat itu.
13. Antafa Zhuhur dengan 'Ashar dan antara 'Ashar dengan Maghrib.
14. Pada waktu pengajian (belajar) di suatu majelis.
15. Pada waktu minum air zam-zam.

Nabi Saw. bersabda:

"Tuhan turun ke langit dunia, ketika malam telah tinggal sepertiga yang akhir. Maka berkatalah Tuhan: Siapa-siapa yang mendoa kepada-Ku, maka Aku perkenankan doanya. Siapa yang minta ampun kepada-Ku, maka Aku ampuni dia." (HR. Bukhârî dan Muslim).

"Pada waktu malam, sesungguhnya ada suatu saat, dimana jika seseorang Muslim memohon kepada Allah suatu kebajikan dunia dan akhirat ketika itu, niscaya Allah mengabulkannya." (HR. Muslim).

"Mendoalah di saat doa itu diperkenankan Tuhan; yatu: di saat berjumpa pasukan-pasukan tentara (bertempur), ketika hendak mendirikan salat dan ketika turun hujan." (HR. Al-Syâfi'i).

"Tidak ditolak suatu doa yang dimohonkan antara adzan dan iqamat. (HR. Al-Turmudzî).

"Inginkah kalian aku tunjukkan sesuatu yang dapat menyelamatkan kalian dari musuh-musuh dan memudahkan tezeki bagi kalian? Maka berdoalah kalian kepada Allah diwaktu malam dan diwaktu siang. Karena sesunggunya doa itu adalah senjata orang mukmin."(HR. Abû Ya'lâ).


"Ditanyakan orang kepada Rasulullah Saw. Wahai Rasulullah, manakah doa yang paling didengar Allah."? Rasulullah menjawab: "Doa ditengah malam dan doa setelah shalat wajib." (HR. Al-Turmudzî).

"Jarak yang paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika sujud. Maka perbanyaklah doa (ketika itu)." (HR. Muslim).


"Allah mempunyai nama-nama yang baik, maka berdoalah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama tersebut. Dan tinggalkanlah (cara-cara) orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang mereka kerjakan." (Al-A'râf: 180)


Tempat-tempat yang baik untuk berdoa

1. Di kala melihat ka'bah.
2. Di kala me1ihat mesjid Rasulullah Saw.
3. Di tempat dan di kala melakukan thawaf.
4. Di sisi Multazam. Didalam Ka'bah.
5. Di sisi sumur Zamzam.
6. Di belakang makam Ibrahim.
7. Di atas bukit Shafa dan Marwah.
8. Di 'Arafah, di Muzdalifah, di Mina dan di sisi Jamarat yang tiga.

Di tempat-tempat yang mulia lainnya, seperti di Mesjid dan tempat-tempat peribadatan lainnya.

NB : saya tidak dapat menuliskan apa-apa kecuali hanya mencontoh dari website ini

Wassalamu'alaikum wr wb